Pesona Kawah Ijen, Berbagai Hal Unik yang tidak ada di destinasi wisata lain

sumber gambar: anikisashine.blogspot.com

Kawah Ijen merupakan Destinasi Wisata yang telah dikenal luas oleh para wisatawan domestik dan juga asing karena keindahan alamnya.

Kawah ijen ini merupakan sebuah danau diatas Gunung ijen yang terbentuk akibat letusan Gunung Ijen dan membuat kawah tersebut terpenuhi oleh air sehingga membentuk sebuah danau kawah yang sangat menakjubkan. Kawasan Wisata Kawah Ijen ini masuk wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektar, termasuk hutan wisat yang seluas 92 hektar. Kawah Ijen ini berada di wilayah 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi.

Dari sumber yang ada, pengunjung pada hari hari biasa bisa sekitar ratusan orang, sedangkan jika dihari libur bisa mencapai lebih dari 2 ribu pengunjung. Bahkan pada momen tertentu seperti misalnya pergantian tahun baru masehi bisa tercatat lebih dari 4 ribu pengunjung. Nah mengapa bisa sebegitu populernya kawah ijen? Ini dia beberapa hal unik yang menjadikan Kawah Ijen sebagai destinasi wisata alam terpopuler di Indonesia.

1. Kawah Ijen ini merupakan salah satu kawah paling asam dan terbesar di DUNIA.

Dengan statusnya sebagai kawah paling asam di DUNIA, hal tersebut bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Tahukan anda berapa tingkat keasaman (pH) dari kawah ijen ini? Dari pengukuran yang ada, kawah ijen ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi, yaitu mendekati nol (0). Selain tingkat keasaman yang tinggi, suhu kawah ini juga tinggi yaitu hingga mencapa 200 derajat celcius. Namun, dibalik angka angka tersebut yang mungkin membuat ngeri, keindahan alam disana pasti akan membuat takjub para wisatawan yang datang.

sumber gambar: rizkirahmatia.wordpress.com

2. Kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa

Hal yang menarik selain termasuk kawah paling Asam di DUNIA, Kawah ini juga terletak di tengah Kaldera yang merupakan Kaldera terluas di Pulau Jawa. Ukuran kawahnya saja sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman mencapai 200 meter. Selain itu, kawah ini juga terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera. Jadi jika dihitung dari dinding kaldera, total hingga dasar kawah sekitar 500 meter. Kawah ini terletak di ketinggian 2.368 meter diatas permukaan laut, sehingga suhu udaranya pun sudah pasti dingin, bahkan bisa mencapa 2 derajat celcius

sumber gambar: wisatakawahijen.com 

3.  Blue Fire, yang hanya ada 2 di Dunia, Indonesia dan Islandia

Fenomena Blue fire atau api biru memang menjadi magnet dari kawah ijen. Dan fenomena ini hanya bisa disaksikan ketika dini hari hingga menjelang fajar. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah antara jam 02.00 WIB hingga 03.00 WIB. Jadi pastikan anda sudah mencapai lokasi tersebut di waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena blue fire. Namun setiap pendaki yang ingin menyaksikan fenomena ini dari dekat harus benar benar berhati dan waspada. Karena ada asap dan bau belerang yang berbahaya bila sampai terhirup berlebihan, sekalipun sudah memakai masker khusus. Blue fire ini memang merupakan sebuah keajaiban, bahkan konon hanya ada 2 di dunia, yaitu di Indonesia dan di Islandia. Blue fire atau api biru ini berasal dari cairan belerang yang nantinya mengering dan menjadi bahan tambang bagi warga setempat

sumber gambar: www.boston.com

4. Adanya penambang belerang tradisional

Salah satu yang cukup manjadi perhatian wisatawan adalah adanya warga setempat yang berprofesi sebagai penamban belerang dengan cara tradisional. Para penambang ini dengan sangat berani mengambil belerang belerang tersebut hanya dengan menggunakan peralatan sederhana dan perlengkapan kemanan yang sederhana. Mengambil belerang di dasar kawah, dengan asap yang cukup tebal namun dengan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, merekapun tetap mencari belerang tersebut. Lelehan belerang tersebut didapat dari pipa yang menuju sumber gas vilkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan bekerang berwarna merah, setelah membeku belerang ini berwarna kuning.

sumber gambar: liputan6.com

Bongkahan belerang belerang yang sudah di tambang kemudian di pikul dengan keranjang dan diangkut melalui jalan setapak yang ada. Beban belerang yang dipikulpun sangat berat antar 80-100 kg, namun bagi mereka sudah terbiasa untuk membawa belerang tersebut menuruni gunung sejauh 3 kilometer demi penghasilan. Selain sebagai penambang, sumber penghasilan lain juga didapat dari memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya mengenal jalur pendakian, sehingga mereka bisa dijadikan pemandu lokal bagi pengunjung yang membutuhkan. Bongkahan belerang ini juga dijadikan sebagai souvenir oleh oleh khas kawah ijen yang unik dan original.

sumber gambar: detik.com

 

Lelampah.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.