Pasca Laparostomi dan Suntik Tapros

Melanjutkan cerita yang sudah saya tulisankan sebelumnya, tentang kapan saya melakukan tindakan laparostomi dan bagaimana prosesnya. Disini saya akan bercerita tentang banyak hal yang saya alami setelahnya.

bekas laparastomi

Cerita pasca laparostomi

Pasca operasi, dibulan yang sama saya haid, menurut dokter SpoG, pasca haid saya harus segera suntik tapros selama 6 kali dalam 6 bulan berturut-turut. Oleh dokter dijelaskan pula bahwa waktu menjalani pengobatan suntik tapros pasca operasi kita tidak akan haid, dan berbagai kemungkinan lainnya yang berhubungan dengan hormon. Suntik tapros tujuannya adalah untuk menekan produksi hormon Estrogen, selanjutkan agar kista tidak tumbuh lagi.

Kapan Suntik Tapros?

Akhirnya akhir bulan Desember saya suntik tapros untuk pertama kalinya. Menurut dokter, suntik tapros membuat hormon saya berantakan, dampak yang dirasakan bisa jadi tidak haid sama sekali atau siklus haid tak beraturan. Dan benar saja…

Januari

haid pada bulan Januari (haid kedua pasca operasi) jatuh diwaktu yang sesuai (dengan siklus 29), namun waktunya cukup panjang yaitu selama 21 hari. Darah keluar normal seperti haid pada sebelum-sebelumnya sampai hari ke 10an, setelah hari ke 11 sampai hari ke 21 yang keluar hanya satu tetes dua tetes darah segar berwarna merah muda segar.

Awalnya saya cukup ketakutan, ‘ini kenapa ya’, ini normal enggak ya. jadi pada bulan Januari (bulan ke dua pasca operasi) saya suntik tapros dalam kondisi masih mengeluarkan darah haid, dan kata dokter tidak apa –apa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal itu merupakan efek suntik tapros seperti yang sudah dijelaskan oleh dokter diawal. Dan efek yang dirasakan oleh masing-masing orang bisa berbeda-beda. Ada yang waktu haid nya panjang, ada yang haidnya telat, dan mayoritas langsung tidak haid sejak bulan pertama suntik tapros.

Februari

Bulan Februari, ternyata saya tidak haid. Mungkin datangnya telat, fikirku. Akhir Februari saya suntik Tapros yang ketiga. Kata dokter, bulan depan harus kontrol lagi untuk mengetahui perkembangan penyembuhannya, akan dievaluasi apakah perlu disuntik lagi atau tidak. Oiya selama pasca operasi, tiap bulan saya USG dan kontrol dokter kandungan untuk mengetahui kondisi rahim dan ovarium saya, sekaligus konsultasi dengan dokter yang menangani.

Maret

Bulan Maret saya tidak haid lagi, dan akhir bulan konsultasi lagi ke dokter. Dokter bilang ovarium dan rahim saya bersih total, akhirnya dokter memutuskan untuk tidak memberikan saya suntikan lagi dibulan ini. Namun dokter berpesan agar saya kembali konsultasi di bulan April, untuk dilihat perkembanganya.

April

Bulan April saya tetap tidak haid lagi, akhir bulan saat kontrol dokter dinyatakan ovarium dan rahim saya bersih. Kemudian dokter berpesan agar jika dalam waktu dekat saya tidak haid sampe awal Juni, maka saya harus ke dokter kembali dan dilakukan suntik hormon untuk memacu agar bisa haid. Sempat berfikir, ‘waah ini beneran diobrak abrik hormon tubuhku, kemarin ditekan estrogen biar nggak haid, sekarang dipacu biar segera haid’. Sambil harap-harap cemas, disatu sisi berharap segera haid agar tidak perlu suntik hormon, disisi lain berharap tidak haid dan positif hamil. Dititik itu Saya berpasrah, percaya bahwa apapun yang terjadi itu pasti yang terbaik.

Mei

Bulan Mei, saat Puasa Ramadhan, setelah mengalami fase harap-harap cemas akhirnya Saya haid. Alhamdulillah. Tanggal 23 Mei- 29 Mei haid pertama. Bulan Juni haid berikutnya ditanggal 19 Juni- 26 Juni. Alhamdulillah siklus kembali normal, tanpa perlu suntik hormon lagi.

Apa yang dirasakan selama suntik Tapros?

Dokter tidak terlalu menjelaskan panjang lebar tentang apa yang akan kita rasakan selama menjalani pengobatan pasca operasi, kecuali hanya sebatas siklus haid yang tidak teratur. Namun ketika saya bertemu dengan beberapa pasien yang juga menjalani suntik tapros, masing-masing merasakan dampak yang beragam. Kalau untuk saya, hal yang paling terasa adalah nyeri tulang yang seolah tulang-tulang seluruh tubuh patah-patah. Belum lagi kondisi tubuh yang berkeringan seberlebih sepanjang hari. Saya tinggal di Boyolali yang kondisi udaranya cenderung dingin, namun selama suntik tapros saya sampai harus selalu menyalakan kipas angin bahkan diwaktu malam hari. Dan kondisi itu baru berhenti sekitar bulan April. Namun tidak semua orang mengalami hal yang sama, tergantung kondisi tubuhnya.

oh yaa, di tulisan selanjutnya saya membahas tentang Pengalaman Hamil saya pasca suntik Tapros.

Mungkin Anda juga menyukai

7 Respon

  1. Rany berkata:

    Hi mba , salam kenal …
    gmana skarang kondisinya after suntik tapros ? Trus treatment apa selanjutnya ?
    Kubaru mulai nih bulan oktober ini suntik tapros jg pasca operasi tp agak was was jg makanya pengen sharing

  2. Evi mulyani berkata:

    Hai..salam kenal nih.
    Saya dari brebes nih.
    6 agustus 2020 saya operasi kista endrometriosis.
    2 september 2020 y saya suntik.
    Ehh setelah suntik langsung haid sampe sekarang tggl 13 september (12hari) …biasanya haid cuma 10 hari. Hati ini cemas..

    • Lelampah berkata:

      Maaf baru bales mbak. Insyaallah gpp mbak, kata dokter kandungan saya waktu itu memang efeknya membuat hormon kita nggak beraturan. Sudah saya tulis dj web jni juga pengalaman kapan saya haid dan enggak nya pasca suntik. Kalau khawatir dan mau memastikan monggo usg ke dokter mbak. Semoga sehat sehat

  1. 30/07/2019

    […] Pasca Laparostomi dan Suntik Tapros […]

  2. 23/09/2020

    […] sebelumnya saya bercerita tentang pengalaman suntik tapros, hingga akhirnya saya positif hamil dan dinyataan BO (Blighted Ovum). Kemudian positif hamil lagi […]

  3. 26/09/2020

    […] tulisan sebelumnya saya telah membagi cerita saya tentang kapan Saya suntik Tapros dan apa saja yang saya rasakan melalui tulisan yang berjudul “Pasca Laparostomi dan suntik […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.