Pengalaman Hamil pasca suntik Tapros

Pada tulisan sebelumnya saya telah membagi cerita saya tentang kapan Saya suntik Tapros dan apa saja yang saya rasakan melalui tulisan yang berjudul “Pasca Laparostomi dan suntik Tapros”.

Bulan Mei saya mulai kembali haid, kemudian disusul bulan berikutnya pada tanggal 19- 26 Juni saya kembali haid, berarti siklus haid saya sudah kembali normal. Bisa dibilang hormon saya kembali normal.

Merubah Pola Hidup

Sejak bulan Mei saya dan suami sudah mulai memperbaiki pola hidup dan pola makan yang lebih baik. Misalnya dengan mengganti makanan pokok dari Nasi Putih ke Nasi merah, setiap pagi rutin minum madu dan perasan lemon, diselang seling dengan rimpang-rimpangan seperti rendaman kunir dan jahe yang dicampur madu.

Meminimalisir minyak goreng, mengganti minyak goreng sawit dengan minyak zaitun, mengganti garam yodium dengan garam Himalaya, mengganti gula pasir dengan gula jawa ataupun gula batu. Kami menghindari gorengan, dan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang direbus maupun dikukus. Rutin minum madu dan makan kurma, minimal setiap pagi hari.

Saya juga mengkonsumsi kacang almond dan sering minum susu almond. Selain itu kami juga mengikuti pola hidup sehat yang diajarkan oleh dr. Zaidul Akbar seperti bubuk kunyit yang dicampur habbatusauda.

Selain pola makan, kami juga mulai rutin berolahraga. Saya bergabung dengan sanggar senam, mulai dari senam aerobic, Zumba maupun yoga. serta seminggu sekali kami badminton dan suami futsal.

Bersiap Untuk Program Hamil

Setelah mengetahui siklus haid mulai normal dan menurut dokter kondisi organ reproduksi saya sudah bersih atau siap hamil, kemudian kami fokuskan ke makan sehat, kami bersiap untuk program hamil secara alami. Kami  mulai meniatkan untuk hamil, berdoa dan berikhtiar semaksimal yang kami mampu. Memfokuskan pikiran untuk berharap hamil.

Kemudian Juli saya terlambat haid, dengan hati deg-deg an, antara harap harap cemas saya memberanikan diri untuk tespack. Dan hasilnya masih strip satu. Saya masih harap –  harap cemas, berfikir apakah keterlambatan haid ini karena siklus haid saya yang belum sepenuhnya normal atau memang karena saya hamil. Tapi saya berusaha untuk berfikir positif dan optimis, barang kali memang kadar HCG nya masih rendah sehingga belum terdeteksi oleh tespack. Akhirnya telat dua minggu saya tespack lagi.

Kali ini lebih berdebar dalam melakukan tespack, dan hasilnya masih tetap strip satu. Alhamdulillah. Waktu itu sebenarnya pikiran saya cukup kacau, apakah saya lebih baik berharap kabar bahagia tapi takut kecewa, atau lebih baik berfikir kalau memang hormone belum sepenuhnya stabil.

Hari demi hari saya lalui dengan harap harap cemas. Juli berlalu dan saya ternyata tidak haid namun ketika tespack juga setrip satu atau negative.

Kekecewaan yang berbuah Manis

Memasuki bulan Agustus saya jalani dengan senormal mungkin, tanpa ekspektasi terlalu berlebih, namun masih berharap berita baik akan datang. Disuatu hari saya jalan jalan di mall dengan teman-teman, dari pagi sampai malam hari. Waktu itu sampai rumah badan terasa sangat capek, dan saat saya hendak mandi (ke toilet) ternyata ada darah hitam pekat di baju saya.

Saya lemas seketika. Ternyata memang saya haid di awal Agustus, walaupun telat sebulan lebih ternyata nggak jaminan pasti positif hamil, hehhehe. Sampai waktu itu teman saya bilang, “ yakin itu darah haid? Tolong dipastikan itu haid atau bayi yang keluar?” kwkwkkwkw, saya yakin haid karena memang sakitnya kayak haid sebelum-sebelumnya. Haid ini terasa lebih sakit dan darah pekat, mungkin karena sebulan lebih telatnya.

Alhamdulillah, bersyukur dengan semua NikmatNYA. Berusaha menikmati setiap proses nya. Agustus berjalan dengan indah, hingga memasuki bulan September. Bulan September kembali saya telat haid, karena pengalaman bulan sebelumnya yang seperti itu, saya tidak mau terlalu percaya diri. Hingga telat dua minggu akhirnya saya memberanikan diri untuk tespack. Saat akan melakukan tespack sebenarnya saya cukup deg-deg an sekali, antara berharap positif/ setrip dua dan tidak mau kecewa lagi seperti bulan lalu.

Bismillah ya Allah, aku tespack. Alhamdulillah wa syukurilah, setrip dua dengan sangat jelas. Ternyata Agustus itu jadi haid terakhirku sebelum akhirnya aku positif hamil.

Membagi kabar gembira setrip dua

Saya dan suami merasa antara percaya dan nggak percaya, akhirnya penantian kami bertahun tahun dengan perjalanan panjang yang menguras energi, waktu dan biaya berbuah kabar gembira. Namun kami belum berkabar ke yang lain atau keluarga.

Setelah mencari berbagai info, katanya awal kehamilan bisa jadi janin belum ke deteksi oleh alat USG, akhirnya setelah telat sebulan kami memutuskan untuk periksa ke dokter kandungan. Setelah di USG dokter menyatakan saya positif hamil. Alhamdulillah

Hasil USG Pengalaman Hamil pasca suntik Tapros

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. 26/09/2020

    […] yaa, di tulisan selanjutnya saya membahas tentang Pengalaman Hamil saya pasca suntik […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.