Pengalaman hamil pertama, Blighted Ovum

Pada tulisan ini saya akan bercerita tentang bagaimana akhirnya Allah memberikan strip dua alias positif hamil. Setelah beberapa hal yang saya jalani salah satunya suntik tapros.

Apakah suntik tapros menjadi penyebab utama saya bisa hamil? Tentunya tidak.

Menurut dokter kesulitan terjadinya pembuahan pada organ reproduksi saya adalah karena adanya kista di ovarium kanan (seperti yang sudah saya tulis pada tulisan sebelumnya). Dan pasca operasi diperlukan treatment berupa suntik tapros agar kista tidak tumbuh lagi. Sehingga suntik tapros hanya merupakan salah satu proses yang saya tempuh menuju kehamilan.

Pada tulisan sebelumnya sudah saya ceritakan kapan terakhir suntik tapros dan kapan akhirnya menstruasi pertama pasca suntik. Pada bulan Mei saya menstruasi. Juni siklus sudah mulai normal, hingga bulan Agustus 2019 menstruasi saya lancar.

Pada rentang waktu itu saya dan suami menjalani hidup sehat

Yaitu diantaranya dengan mengganti nasi putih menjadi nasi merah, Menghindari gula pasir, Mengganti garam yodium dengan garam Himalaya. Meminimalisir minyak goreng sawit (menggantinya dengan minyak zaitun). Mengkonsumsi rimpang rimpangan setiap hari, Minum jeruk nipis/ lemon peras yang dicampur madu tiap pagi, dan lain sebagainya. Namun kami tidak kedokter atau tidak program hamil dengan dokter. Kami hanya fokus memperbaiki pola hidup sehat kami melalui makanan dan olah raga.

Bulan September 2019 saya telat haid. Saya sudah mulai deg- deg an tapi takut berharap lebih yang ternyata hanya telat biasa. Akhirnya setelah telat 2 pekan saya beranikan diri untuk tespack. Dan Alhamdulillah strip dua alias saya positif hamil.

foto strip dua di tespack
foto strip dua di tespack

Usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir, sehingga saat itu usia kehamilan saya sudah masuk minggu ke-6, menurut saran dari teman teman yang sudah lebih berpengalaman lebih baik USG kedokter jika kehamilan sudah 2 bulan/ 8 minggu, akhirnya saya pun menunggu. saya dan suami memtuskan melakukan USG di usia kehamilan 7 minggu 4 hari, Alhamdulillah terlihat kantung kehamilan didalam Rahim (bukan hamil anggur/ diluar Rahim), itu point pertama yang saya syukuri.

Berikutnya menurut dokter ada dua kantung didalam Rahim saya

Yang artinya saya hamil bayi kembar, itu point berikutnya yang sangat kami syukuri. Tapi kata dokter karena usia kehamilan masih sangat muda sehingga detak jantung belum terdeteksi, akhirnya dokter menganjurkan untuk kami kembali Kontrol sebulan lagi.

hasil USG dngan dua kantung
hasil USG dngan dua kantung

Usia kehamilan 11 minggu 3 hari saya flek, perasaan hati waktu itu juga campur aduk. Keesokan hari nya keluar darah segar sedikit demi sedikit tapi terus terusan. Memang hari itu juga rencana kami kontrol kandungan ke dokter. Siangnya kami ke dokter dan ternyata menurut dokter kehamilan saya dinyatakan Blighted Ovum alias janin tidak berkembang, sehingga harus segera dilakukan curretase.

Apa kabar hati? Hancur?…

Saat itu, detik itu juga lebih ke tidak percaya. Hah masak sih? Kok bisa? Padahal kemaren saya baik baik saja, tidak jatuh, tidak makan neko neko dan lain sebagainya. Menurut dokter hal tersebut bisa terjadi karena memang terjadi pembelahan yang tidak sempurna saat proses terbentuknya janin, bukan karena kesalahan makanan ataupun aktivitas kita. Berikutnya kami harus memikirkan teknis kapan dan dimana proses curretase itu dilakukan, karena pendarahan yang saya alami makin banyak dan tubuh saya pun makin pusing dan lemas.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.