Pengalaman Kuret (Curretase) Kehamilan Kosong (Blighted Ovum)

USG kedua

Setelah sebelumnya USG di usia 7 minggu 4 hari dokter bilang janin belum terlihat karena ukuran masih kecil. Dan yang terdeteksi oleh alat USG hanya baru berupa kantung kehamilan. Akhirnya dokter menyarankan untuk kembali lagi kontrol sebulan lagi diusia 11-12 minggu.

Hari Jumat sore saat usia kehamilan 11 minggu 2 hari saya mengalami flek sangat tipis di celana. Saya berkonsultasi kepada seorang teman yang pernah hamil. Katanya sedikit apapun flek itu tetap namanya flek dan harus segera priksa dokter. Dan memang rencananya besok, hari Sabtu nya kami akan kontrol kehamilan ke dokter.

Entah kenapa seharian dihari Jum’at itu suasana hati saya kacau, badan rasanya juga kurang enak

Sabtu pagi hari kok perasaan kurang nyaman di perut bagian bawah, dan ternyata keluar darah segar sedikit di celana saya. Saya tempel tissu ke bagian vagina ternyata memang darah segar menempel disana, walaupun hanya sedikit. Saya merasakan kram perut dibagian bawah perut. Siang harinya saya ke dokter untuk periksa.

Blighted Ovum?

Setelah di USG transvaginal dokter tidak menemukan detak jantung janin. Dan akhirnya dokter menyatakan kalau kehamilan saya adalah Blighted Ovum. Apalagi setelah saya tunjukkan foto keluarnya darah di tissu pagi tadi, dokter bilang kehamilan saya harus segera dilakukan tindakan curretase. Saya shock dan tidak percaya saat itu. Waktu saya Tanya, kemungkinan diselamatkan berapa persen dok? Dokter menjawab, hampir tidak ada kemungkinan untuk dilanjutkan kehamilan atau selamat.

Kemudian saya Tanya, penyebabnya apa ya dok kok bisa kejadian seperti ini? Dokter bilang, bukan karena makanan ataupun aktifitas tapi ini karena proses pembelahan sel dalam pembentukan janin tidak sempurna. Akhirnya terjadilah blighted ovum atau yang sering dikenal orang sebagai janin tidak berkembang. Jadi kondisi Rahim membesar, yang berkembang adalah kantung kehamilan, plasenta dan ketuban namun janin nya itu sendiri tidak ada.

Terpukul? Iya, jelas. Saya masih sangat yakin diagnosa dokter keliru, janinku bisa berkembang. Kami berencana untuk mencari second opinion. Berharap semua tetap baik baik saja.

Kram Perut dan Pendarahan

Setelah pulang dari dokter, saya dan suami masih diskusi dan berusaha berfikir positif. Tapi kekagetan berita tadi jujur tidak mampu membuatku sepenuhnya bisa berfikir jernih, tangis saya pun pecah di sore harinya. Ada semacam perasaan, kenapa harus seperti ini setelah perjalanan panjang kami dalam ikhtiar memperoleh keturunan???.

Dalam tangis yang pecah itu pun saya merasa kram perut bagian bawah makin terasa dan disusul dengan darah yang mengalir keluar. Fiks saya mengalami pendarahan. Darah yang keluar makin lama makin banyak serupa saat saya haid. Akhirnya sampai saya harus menggunakan pembalut.

Hamil tapi pake pembalut? Oke dititik ini kami sadar bahwa memang kehamilan ini tidak bisa dilanjutkan. Hari minggu saya semakin terasa pusing, dan saya hanya berbaring dikamar tidur. Karena posisi kami saat itu di Jakarta, akhirnya kami memutuskan memilih tindakan curretase di Boyolali agar banyak saudara yang menemani.

Malam hari, setelah kami merasa lebih tenang dan merencanakan teknis tindakan, kami lebih bisa menerima kenyataan. Akhirnya kami memilih untuk merayakan kejadian ini bersama sama. Kami pesan PHD dalam jumlah banyak dan kami bagi kan ke tetangga/ rekan kerja. Kami sadar bahwa semua ini pasti yang terbaik, dan memohon untuk dikuatkan menjalani ini semua.

Hari senin saya masih harus berangkat ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan dan mengajukan ijin ke kantor. Selama dikantor saya semakin terasa lemas karena darah terus keluar seperti haid hari ke-3. Perut kram dan kepala pusing.

Tindakan Curretase

Hari Selasa saya sudah di Boyolali. Siang hari saya akhirnya menuju IGD Rumah Sakit karena kondisi tubuh saya rasanya makin nggak jelas. Kram makin terasa, kepala sangat pusing dan badan lemas makin parah karena pendarahan terus terjadi. Seketika saya langsung diberi cairan infus.

Malam hari di cek USG dokter dan ternyata memang harus segera dilakukan curretase. Pukul 12 malam saya diberi pil oleh perawat, dan hanya diberi tahu kalau efek dari minum pil ini adalah perut mules. Perawat juga bilang kalau jam 12 itu merupakan terakhir kali nya saya boleh makan dan minum. Karena besok pagi akan dibius untuk tindakan curretase.

Pukul 02.30 WIB perut saya mules berasa mau buang air besar namun terus terusan dan ketika saya ke toilet ternyata tidak ada yang keluar. Disertai dengan perut bagian bawah yang terasa lebih sakit seperti di krues krues. Saya sempat bingung kata ‘mules’ yang dikatakan perawatnya tadi maksudnya mules untuk BAB atau membersihkan pencernaan atau mules dalam arti kontraksi Rahim?. Akhirnya suami keluar memanggil perawat dan ternyata mules yang dimaksud adalah mules kontraksi.

Menjelang pagi, kontraksi makin intens. Saya makin meracau karena tidak menyangka ternyata rasanya seperti itu, hahahhaa. Sejak mulai terasa intens kontraksinya keluar gumpalan gumpalan darah beberapa kali.

Sampai akhirnya sekitar pukul 06.30 WIB saya dibawa ke ruang bersalin oleh perawat. Disana saya merasa lebih tenang karena tindakan akan segera dilakukan meskipun kontraksi masih saja makin intens. Entah butuh berapa lama saya disana, yang jelas tindakan dilakukan menunggu dokter kandungan.

15 Menit Curretase

Setelah dokter datang, saya di bius. Entah bius atau obat tidur saya sendiri kurang paham. Menurut suami dan keluarga yang menunggu, katanya proses curretase sangat cepat hanya sekitar 15 menit tindakan yang dilakukan dokter diruang bersalin.

Saya sadar sadar sudah berada di kamar inap. Bangun bangun saya kerasa mau buang air kecil. Setelah itu saya ke toilet dan makan seperti biasa. Masih keluar darah tapi tidak terlalu banyak, sehingga saya harus tetap menggunakan pembalut. Perawat bilang jika saya sudah bisa jalan jalan dan tidak merasa pusing maka sudah boleh pulang. Akhirnya siangnya pun saya pulang kerumah. Semua berjalan normal seperti sebelumnya. Alhamdulillah proses dimudahkan. Saya melakukan curretase dikehamilan usia 11 pekan 6 hari, tepatnya tanggal 19 November 2019.

Jaringan Kantung Kehamilan hasil kuret

Berita Baik

Untuk teman teman yang mungkin harus mengalami hal seperti saya yaitu menjalani proses curretase karena blighted ovum, saya hanya bisa menyemangati. Memang hal ini tidak  mudah, tapi yakinlah apa yang terjadi pasti takdir yang terbaik untuk kita. Ada berita baik dari kejadian ini. Setelah penantian bertahun tahun, kabar baiknya kita bisa hamil. Ketika banyak wanita diluar sana belum pernah mengalami hamil, belum pernah tau bagaimana rasanya hamil, tapi kita diberi kesempatan itu. Artinya kita bisa hami. Dan tetap optimis kedepannya insyaAllah kita akan hamil dan melahirkan bayi bayi sehat sempurna. insyaAllah. Aamiin.

Dan tindakan curretase tidak semengerikan yang diceritakan. Prosesnya cepat. Walaupun kontraksi memang tidak terlalu nyaman, namun tidak lama dan Alhamdulillah kami bisa merasakannya. Semoga dimudahkan dan sehat selalu. ^^

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.