Pesona Pulau Osi, Seram bagian barat, Provinsi Maluku

Salah satu perjalanan dinas kami yang menyenangkan adalah ke Pulau Osi, terletak di Provinsi Maluku dan berada di Kabupaten Seram Bagian Barat. Berbagai hal yang menarik bisa anda nikmati sepanjang perjalanan menuju Pulau Osi ini.

Perjalanan Ke Pulau Osi

Untuk ke Pulau Osi ini kami menempuhnya dari kota Ambon dengan perjalanan darat dan laut, dan bisa mencapai total sekitar 5 jam perjalanan. Dari kota Ambon, Tepatnya Bandar Udara Pattimura kami menuju pelabuhan Ferry Hunimua di daerah Kampung Liang, jaraknya kurang lebih sekitar 45 km dan bisa ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan darat. Bisa menggunakan taksi lokal, ataupun angkutan umum lokal dengan membayar hanya 15ribu saja untuk sampai di pelabuhan Ferry. Dari pelabuhan penyeberangan Hunimua ini kendaraan dan penumpang akan menyeberang ke Pulau Seram tepatnya di Pelabuhan Waipirit di daerah Kairatu Kabupaten Seram bagian Barat. Lama penyeberangan memakan waktu sekitar 90 menit. Setibanya disana perjalanan dilanjutkan kembali lewat darat.

perjalanan kapal ferry dari dermaga hunimua ke dermaga waipirit

Pulau Osi dan Pulau Seram

Perlu diketahui bahwa Pulau Osi ini terpisah dengan Pulau Seram, dan kendaraan roda empat hanya sampai di desa terdekat dengan pulau Osi, pesisir barat pulau Seram, yaitu Desa Pelita Jaya. Perjalanan darat dari dermaga Waipirit ke Desa Pelita Jaya memakan waktu sekitar 2 jam dengan jarak tempuh sekitar 70 km. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang ciamik, dari perbukitan, savana padang rumput, kebun pohon kayu putih hingga hamparan laut yang terlihat dari jendela mobil, karena jalan menuju Desa Pelita Jaya ini juga melewati beberapa puncak bukit.

Setibanya di Desa Pelita Jaya, perjalanan dilanjutkan menuju gapura tanda masuk Pulau Osi yang berjarak sekitar 2 km. jalan ini masih berupa jalan tanah berbatu, jadi dimusim penghujan jalan masuk menuju pulau osi ini akan tergenang air dan becek. Belum ada kabar bantuan dari pemerintah hingga saat ini.

Sampai di gapura masuk Pulau Osi, kami tentu tidak bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kendaran roda empat, karena jalannya hanya berupa jalan kayu dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Disini juga disediakan lahan parkir yang cukup luas untuk menginapkan mobil, dan tentunya aman.

Untuk menuju Pulau Osi sebenernya ada 2 pilihan, yaitu dengan menggunakan ojek motor atau dengan berjalan kaki. Tapi tentunya akan sangat lama dan capek berjalan kaki sepanjang 2 km dengan membawa barang bawaan. Tarif ojek disini 15 ribu sekali jalan, dan sebagian uang tersebut akan digunakan sebagai perawatan jembatan jalan kayu ini. Penduduk setempat menamakan jembatan jalan kayu ini dengan nama jembatan Karel Albert Ralahalu dengan lebar jembatan yang tidak lebih dari 2 meter. Jembatan kayu ini dibangun oleh swadaya masyarakat Pulau Osi.

Setelah melewati gapura “Selamat Datang di Pulai Osi”, kami melewati jembatan kayu sepanjang 2 km yang berada di atas air laut, dengan pemandangan kanan kiri pohon mangrove yang lebat dan teratur. Di beberapa area juga terlihat bibit bibit mangrove yang sengaja ditanam oleh warga sekitar. Videonya bisa disaksikan dibawah ini.

Sejarah Pulau Osi

Sedikit sejarah mengenai Pulau Osi. Pulau ini merupakan Pulau kecil yang memiliki luas sekitar 9 Ha dengan panjang 600an meter dan lebar 200an meter saja. Dari data yang ada, penduduk disini berjumlah sekitar 100 Kepala Keluarga dengan pekerjaan mayoritas sebagai nelayan. Penduduk asli Pulau Osi berasal dari suku Buton (Sulawesi Tenggara) yang sudah lama menetap disini hingga berpuluh puluh generasi. Bahasa Buton pun tak kalah hafal dengan Bahasa asli Maluku.

Dengan luas pulau yang kecil dan penduduk yang banyak tersebut, sebagian penduduk Pulau Osi pun harus di pindahkan ke Pulau Seram, tepatnya di Desa Pelita Jaya. Di Pulau ini sebenarnya tidak ada sumber air tawar. Air tawar yang ada didistribusikan langsung dari pulau Seram menggunakan pipa pipa besi bantuan dari pemerintah. Pulau Osi pun sekarang sudah menjadi salah satu tempat wisata favorit yang ada di Maluku, khususnya Seram bagian barat. Selain keindahan alam lautnya, masyarakatnya pun sangat ramah dalam menyapa kami. Makanan lautnya juga sangat bervariasi, dari ikan kerapu, gurita hingga kerang kima pun berlimpah. Beberapa penginapan dan Resort juga sudah bermunculan di Pulau Osi ini, tentunya dengan fasilitas faslitas yang bisa memanjakan wisatawan. Kedepannya kami yakin Pulau Osi ini bisa sepopuler destinasi wisata lain di Maluku seperti pulau Banda Neira dan Pantai Ora. 🙂

    

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.