Tips sukses menjadi Wanita rumahan pasca Berkarir

Wanita kantoran VS Wanita rumahan

Setiap orang pasti memiliki argumennya masing-masing dalam menyikapi perubahan kondisi dari yang sebelumnya bekerja kantoran kemudian sepenuhnya berada didalam rumah setelah menikah. Disini aku akan sharing pengalamanku merasakan perubahan fase tersebut. Dulu setelah lulus kuliah aku langsung bekerja, bahkan sebelum wisuda saya sudah diterima bekerja disalah satu konsultan di ibukota. 4 tahun setelahnya aku semakin menikmati rutinitas berkarya (versiku) yaitu mengaplikasikan keilmuan didunia kerja. Setiap hari mandi pagi dan berdandan, menyiapkan sarapan dan baju kerja kemudian berangkat kekantor. Bertemu banyak orang dan bertukar pikiran tentang banyak hal. Selalu ada hal hal baru yang didapat, entah dari pekerjaan dengan tema baru, kabar baru dari rekan kerja saat sedang bergosip ria, atau ketempat-tempat baru karena tugas negara. Kemudian kondisi berubah saat telah menikah dan tidak lagi bekerja. Kondisi dimana aku harus menjadi istri rumahan, mengubah banyak kebiasaan yang telah berjalan bertahun-tahun. Tidak ada tuntutan untuk mandi dan berdandan dipagi hari. Mengurusi hal hal yang sebatas sumur-dapur-kasur yang serasa tidak ada habisnya. Benar-benar sesuatu yang bisa dibilang sangat membosankan.

Tapi ada banyak orang yang memang itu menjadi jalan terbaik yang harus dilalui. Untuk para suami, bantulah dan dukunglah ia untuk tetap berkarya. Memberikannya ruang untuk mengoptimalkan potensinya. Memberikan kesegaran melalui candaan agar kebosanan itu teralihkan. Dan apresiasilah dia. Kadang seseorang hanya sekedar merindukan alasan untuk mandi pagi. Kadang hari akan menjadi berwarna hanya karena sebuah apresiasi diawal atau ujung hari.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk para wanita yang mengalami perubahan fase dari wanita kantoran menjadi wanita rumahan, diantaranya:

Membaca

Mengasah otak agar tidak mati dan tetap berfungsi salah satunya adalah dengan membaca. Mengasah kemampuan berfikir melalui buku buku berbobot yang mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari ataupun mampu menambah pemahaman akan arti kehidupan. bisa digunakan dengan memilih bacaaan seputar kegiatan rumah tangga maupun pengasuhan anak. Setidaknya banyak hal baru yang akan dihadapi dalam dunia rumah tangga dan itu perlu terus diasah salah satunya melalui membaca buku.

Menulis

Menulis merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan agar otak terus bekerja produktif. Menulis juga bisa digunakan sebagai sarana terapi. Bisa mulai menulis kehidupan sehari hari, seperti tips and trik mengurus rumah tangga, bisa juga menulis tentang keilmuan kita. Bisa dilakukan lewat blog maupun social media.

Memasak

Memasak berbagai menu yang berbeda setiap harinya juga mampu menjadikan kegiatan positif yang bisa menghilangkan rasa bosan. Mencoba menu menu baru, entah sayur, berbagai jenis kue, ataupun minuman segar yang menyehatkan. Selain menghilangkan rasa bosan juga dapat menyenangkan anggota keluarga.

Komunitas

Menemukan dan bergabung dengan komunitas. Salah satu kebutuhan penting manusia adalah berinteraksi social. Kebutuhan bertemu dan bertukar pikiran yang dulu didapat didunia kerja bisa diperoleh dengan mengikuti komunitas (sesuai passion) pasca menjadi ‘wanita rumahan’.

Nge-vlog

Kegiatan yang satu ini cukup menarik di jaman milenial. Membuat video-video kreatif sepanjang kegiatan kita sehari hari. Misalkan menuangkan review buku melalui video, kegiatan memasak dan berbagi resep melalui video, dan berbagai tips tips seputar kerumah tanggaan lainnya.

Yups itu tadi beberapa hal yang bisa dilakukan agar wanita-wanita tetap bisa berkarya setelah mengalami perubahan fase dari wanita kantoran menjadi wanita rumahan. Masih banyak inovasi yang bisa dilakukan agar otak kita tidak mati dan potensi kita tetap tersalurkan, kadang sesuatu diawal memang cukup butuh energy lebih. Semoga sukses dan dapat menikmati peran baru.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.