Wilayatul Hisbah, Polisi Syariah di Kota Serambi Mekkah Aceh

Aceh, Daerah dengan sebutan kota serambi Mekkah itu memiliki pesona kuat dalam memori otakku.

7 hari mengelilingi sebagian daerah di Aceh membuatku mampu membuat kesimpulan bahwa Indonesia memang kaya raya. Baik kaya akan alam, budaya maupun manusianya. Masyarakat dan pemerintahan Aceh menjadikan Islam sebagai budaya. Pantas saja jika Kota Serambi Mekah menjadi sebutan daerah itu. Aceh satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki keistimewaan dalam menetapkan syariat Islam. Pelaksanaan Syariat Islam ini telah dimulai semenjak lahirnya Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Pemerintah Pusat  telah memberikan keistimewaan kepada Pemerintah Aceh untuk melaksanakan syariat Islam secara legal dan formal.

pengesahan apba 900 personel polisi syariah

pengesahan apba 900 personel polisi syariah | Sumber Gambar : https://www.kanalaceh.com

Di Aceh terdapat polisi syariah yang bernama Wilayatul Hisbah (WH), bertugas untuk menegakkan syariah Islam di kalangan masyarakatnya.

Wilayatul hisbah adalah departemen resmi yang dibentuk oleh pemerintah Negara Islam. Tugas utamanya adalah melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar. Istilah wilayah menurut Ibnu Taimiyah dalam al-Siyasah al-Syari’ah, barmakna “wewenang” dan “kekuasaan” yang dimiliki oleh institusi pemerintah untuk menegakkan jihad, keadilan, hudud, melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, serta menolong pihak yang teraniaya, semua ini merupakan keperluan agama yang terpenting, Seperti yang di kutib dari website resmi WH Aceh

WH mempunyai tugas yang sangat banyak dan luas. Semua yang diperintahkan dan dilarang oleh agama Islam adalah tugas WH untuk mengawasi terlaksananya syariat islam di setiap lini kehidupan masyarakat. Hal ini meliputi perintah menutup aurat. Sering kali petugas WH merazia orang-orang yang tidak berjilbab, menggunakan celana ketat, dan celana pendek. Umumnya hukumnya adalah sedikit pencerahan dari petugas. Selain dari itu juga sering langsung di cat di tempat celana ketat yang terkena razia agar tidak bisa di gunakan di kemudian hari

Hari pertama saya menginjakkan kaki di Aceh

Sesampainya di bandara sambil menunggu rekan asli Aceh yang akan menemani keliling Aceh seminggu kedepan-,saya duduk disebuah kafe. Kemudian saya ambil sebuah koran. Pada halaman koran tersebut diberitakan telah dilakukan razia busana oleh apparat WH. Dalam foto terpampang beberapa wanita dengan jilbab dan kaos ketat dan mengenakan celana jins. Uwooo Saya hanya bisa berdecak kagum. Buat Saya yang waktu itu pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Sumatera, khususnya provinsi Aceh. Saya sangat mengagumi hal tersebut. Ternyata ada daerah di negeri bernama Indonesia yang menerapkan hukum Islam, Seperti di negeri-negeri Timur Tengah (seperti Arab, Afganistan, Irak, dan negara Islam lainnya).

berkat pelaksanaan syariat kunjungan wisatawan aceh meningkat

berkat pelaksanaan syariat kunjungan wisatawan aceh meningkat, Sumber gambar: https://www.hidayatullah.com/

Selain Islam dijadikan sebagai budaya –baik untuk masyarakat maupun pemerintahannya, Hal lain yang terkenang kuat di memori otakku pasca mengunjungi Aceh adalah masjid Raya Baiturrahman. Tempat yang wajib untuk kamu kunjungi saat tiba di Aceh. Masjid ini pertama kali dibangun di era Kesultanan Aceh. Memiliki bagian atap yang dibuat sesuai dengan ciri khas masjid-masjid di Indonesia pada masa itu, Atap limas bersusun empat. Inilah situs bersejarah yang telah ada sejak era kejayaan Kesultanan Aceh dan bertahan hingga saat ini. Masjid ini telah melalui berbagai hal. Mulai dari tragedi pembakaran oleh kolonial Belanda tahun 1873 hingga hantaman tsunami di akhir 2004.

Memasuki area masjid Raya Baiturrahman diwajibkan menutup aurat. Apabila terdapat pengunjung baik turis lokal maupun internasional yang sekedar ingin berkunjung dan berfoto-foto namun tidak mengenakan jilbab, maka petugas masjid menyediakan selendang untuk dikenakan oleh para pengunjung. Apabila pengunjung mengenakan pakaian minimalis, maka petugas masjid memberikannya jubah untuk dikenakan di area masjid. Berbicara tentang Aceh memang tidak bisa terlepas dari kekuatannya dalam menerapkan syariah Islam, jadi tidak heran jika daerah ini disebut dengan Kota Serambi Mekkah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.